KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PEREMPUAN DI KELURAHAN MELAYU KOTA PIRING

Adliandi, Rindi Antika (2018) KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PEREMPUAN DI KELURAHAN MELAYU KOTA PIRING. Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perempuan di Kelurahan Melayu Kota Piring. pp. 1-16.

[img]
Preview
Text
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perempuan di Kelurahan Melayu Kota Piring.pdf

Download (280kB) | Preview

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga itu dapat terjadi pada suami terhadap istri, anak maupun anggota lainnya. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungaan anak. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tanjungpinang tercatat bahwa Kelurahan Melayu Kota Piring di Kota Tanjungpinang ini memiliki jumlah kasus kekerasan didalam rumah tangga tertinggi pada tahun 2016, Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab dan bentuk serta dampak kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan ini diharapkan dapat majadi referensi lanjutan tentang upaya-upaya menghilangkan kasus tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang terjadi di masyarakat, sehingga yang menjadi fokus dalam penelitian ini dengan judul Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perempuan khususnya yang berada di Desa Melayu Kota Piring. Metode penelitian deskriptif adalah suatu dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselediki. Penyebab kekerasan oleh faktor ekonomi, campur tangan pihak ketiga, ketidak-harmonisan dan perselingkuhan. Bentuk kekerasan yang dialami korban berupa kekerasan fisik dan kekerasan psikologis serta kekerasan ekonomi. Dampak dari kekerasan terhadap korban adalah luka atau cacat kekerasan fisik, dampak psikologis, penelantaran dan perceraian. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga ini memang tidak terlihat secara jelas dan sulit untuk mengungkapkan kekerasan dalam rumah tangga. Meskipun masih banyak kasus yang belum terungkap, tindak kekerasan memang dilaporkan dengan sengaja tidak dilaporkan atau korban berusaha sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Rasa enggan untuk melapor dan mengungkapkan tindak kekerasan yang terjadi, sebagian dari masyarakat masih menganggap kekerasan dalam rumah tangga adalah urusan keluarga sendiri sehingga masyarakat tidak mau menganggap mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Kemungkinan masih banyaknya Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perempuan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan. Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perempuan di Keluarahn Melayu Kota Piring baru dapat diketahui setelah adanya korban kekerasan, hal ini disebabkan kurang pekanya dan kurangnya peran aktif masyarakat tempatan, tokoh masyrakat dan aparatur (aparat) pemerintah berbasis masyarakat mulai dari tingkat RT dan RW sampai kelurahan, masyarkat tempatan/tetangga sekitar kurang peduli dengan kondisi keluarga yang terindikasi mengalami KDRT. Kata Kunci: Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Depositing User: Rindi Atika adliandi
Date Deposited: 14 Aug 2018 08:02
Last Modified: 14 Aug 2018 08:02
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/1947

Actions (login required)

View Item View Item