PEMAMFAATAN EKOSISTEM LAUT UNTUK LOKASI BUDIDAYA

YONO, HENDRI PEMAMFAATAN EKOSISTEM LAUT UNTUK LOKASI BUDIDAYA. PEMAMFAATAN EKOSISTEM LAUT UNTUK LOKASI BUDIDAYA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
PEMAMFAATAN EKOSISTEM LAUT UNTUK LOKASI BUDIDAYA.pdf

Download (170kB) | Preview

Abstract

Di permukaan bumi kita,terumbu karang diperkirakan mimimal wilayah seluas 600.000 km2 dan degan beberapa keculi, jenis ekosistem ini terletak antara lintang 30o utara dan selatan katulistiwa. Kehadiran terumbu karang ini merupakan ciri yang dominan dari perairan dangkal di daerah katulistiwa. Terumbu karang merupakan salah satu dari ekosistem-ekosistem pantai yang teramat produktif dan teramat beraneka-ragam. Ekosistem terumbu karang memberi mamfaat langsung kepada manusia degan meyediakan makanan, obat-obatan, bahkan bagunan dan bahan lai. Lebih penting lagi terumbu karang menopang kelangsungan hidup manusia. Terumbu karang memang unik sifatnya diantara asosiasi dan masyarakat biota laut. Terumbu karang ini dibagun seluruhnya oleh kegiatan biologik. Ia merupakan timbunan masif dari kapur CaC03 yang terutara telah di hasilkan oleh hewan karang degan tambahan penting dari alga berkapur dan organisme-organisme lain penghasil kapur. Laut sebagai lingkungan hidup berbagai jenis biota laut yang banyak diantaranya berfotensi untuk dijadikan sumber pagan yang berlimpah, menawarkan kesempatan yang besar kepada manusia untuk dimamfaatkan. Seperti budidaya maka manusia berusaha untuk mengumpulkan dan membesarkan biota laut, ikan atau bukan ikan seprti kolam, tambak, keraba, jaring apung dan lain-lain serta mengawasi secara seksama sehingga pada saat ia dapat memanennya untuk dimakan atau dijual. Penerapa bioteknologi laut dalam budidaya laut tergolong canggih anataranya degan menggunakan growth hormone (GH) gene atau gen hormone tumbuh pada ikn yang dapat menyebabkan keturunan pertama (F1) ikan tumbuh lebih besar dari pada ikan yang tidak diperlukan degan hormon tersebut. Mengukur lokasi kelayakan degan menggunakan citra satelit sagat membantu para petani budidaya seperti mengidentikasi lokasi yang baik untuk budidaya. Hal ini menyebabkan teknik penginderaan jauh untuk pemetaan dan penelitian menghemat waktu, biaya dan tenaga serta degan ketelitian yang memadai (Sutanto, 2006).

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Division: Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Ilmu Kelautan
Depositing User: HENDRI YONO
Date Deposited: 15 Apr 2019 01:37
Last Modified: 15 Apr 2019 01:37
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/2338

Actions (login required)

View Item View Item