KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA PERAIRAN KEPULAUAN RIAU SEBAGAI POTENSI PERIKANAN KEPRI

AMANDA, ASIH KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA PERAIRAN KEPULAUAN RIAU SEBAGAI POTENSI PERIKANAN KEPRI. KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA PERAIRAN KEPULAUAN RIAU SEBAGAI POTENSI PERIKANAN KEPRI. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
ASIH AMANDA-160254243019-FIKP-2018.pdf

Download (340kB) | Preview
Official URL: https://fikp.umrah.ac.id

Abstract

Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus, Ruppell 1835) terdaftar sebagai species dengan status perlindungan terancam (threatened) pada Lampiran II CITES dan terancam punah (endangered) pada Daftar Merah IUCN. Meski di Indonesia ikan ini dilindungi secara penuh dan perdagangannya dilakukan secara terbatas melalui sistem kuota, di Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, ikan Napoleon telah dibudidaya melalui pembesaran oleh masyarakat setempat untuk diekspor guna memenuhi permintaan pasar mancanegara. Kajian ini dilakukan dengan tiga tujuan: (i) merekonstruksi perkembangan kegiatan budidaya ikan Napoleon di Kepulauan Anambas sejak pertama kali dilakukan; (ii) memetakan jejaring pembudidaya setempat; dan (iii) mempelajari kelayakan usaha budidaya. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan budidaya pembesaran ikan Napoleon sudah dilakukan sejak paruh kedua dekade 1980. Pelopor dari kegiatan budidaya ini adalah sekelompok nelayan yang memperoleh kesempatan bekerjasama dengan pemodal dari luar. Secara garis besar perkembangan kegiatan budidaya dapat dibedakan ke dalam dua periode, sebelum dan sesudah krisis moneter 1998. Jejaring budidaya ikan Napoleon di Kepulauan Anambas dikuasai oleh segelintir orang yang mempunyai kaki-tangan yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan. Pembudidaya dapat dikelompokkan menjadi (i) pembudidaya bukan anggota jejaring, dan (ii) pembudidaya anggota jejaring tertutup yang dicirikan oleh hubungan patronklien. Hanya anggota jejaring yang dijamin pembelian dan penjualan hasil budidayanya oleh para pemain besar; sementara pembudidaya bukan anggota jejaring berusaha sendiri tanpa bantuan atau dengan sedikit bantuan dari sebagian anggota jejaring. Analisis kelayakan usaha sederhana menunjukkan bahwa hanya budidaya pembesaran ikan Napoleon secara penuh saja yang layak secara finansial, sementara pembesaran benih sama sekali tidak layak, dan pembesaran ikan muda sifatnya merugi meski kerugian yang diderita tidak sebesar usaha budidaya benih. Waktu pembesaran yang lama (paling tidak 5 tahun) menunjukkan bahwa hanya pihak-pihak yang bermodal kuat saja yang mampu melakukan pembesaran ikan Napoleon sampai ukuran layak jual/ekspo

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Division: ?? sch_eng ??
Depositing User: ASIH AMANDA
Date Deposited: 15 Apr 2019 01:37
Last Modified: 15 Apr 2019 01:37
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/2354

Actions (login required)

View Item View Item