PENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM PADA UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK POLRES TANJUNGPINANG TAHUN 2015-2017

Angrainy, Nicki PENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM PADA UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK POLRES TANJUNGPINANG TAHUN 2015-2017. PENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM PADA UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK POLRES TANJUNGPINANG TAHUN 2015-2017. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Nicki Angrainy_140574201020_FISIP_2019.pdf

Download (278kB) | Preview

Abstract

Substansi penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menganalisis berkaitan dengan Penerapan Diversi Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum Pada Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak Di Polres Tanjungpinang Tahun 2015-2017 serta kendala-kendala dalam proses penerapan divesi. Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana. Adapun tujuan dari diversi untuk menghindarkan anak dari stigma negative serta memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Perkara Anak yang berhadapan dengan hukum wajib diupayakan diversi, aparat penegak hukum yang paling pertama dalam menerapkan upaya diversi yaitu pihak kepolisian. Metode penelitian ini menggunakan sebuah metode normatif empiris dengan menggunakan analisis data yang berbentuk kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2015 terdapat 18 perkara anak yang berhadapan dengan hukum, pada tahun 2016 terdapat 29 perkara anak yang berhadapan dengan hukum sedangkan pada tahun 2017 terdapat 34 perkara anak yang berhadapan dengan hukum yang ditangani di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Polres Tanjungpinang. Dalam waktu 3 tahun terakhir terdapat 81 perkara anak yang berhadapan dengan hukum, hanya 26 perkara yang memenuhi syarat diversi dan 6 perkara diantaranya yang berhasil diselesaikan melalui upaya diversi dan 20 kasus dilimpahkan ke kejaksaan karena tidak berhasil diselesaikan melalui upaya diversi, sedangkan 55 perkara anak yang berhadapan dengan hukum lainnya langsung di limpahkan ke kejaksaan tanpa melalui proses diversi karena tidak memenuhi syarat-syarat diversi yaitu ancaman pidana penjara dibawah 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Kata Kunci :Diversi, Anak yang berhdapan dengan hukum.

Item Type: Article
Subjects: K Law > KD England and Wales
Division: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Nicki Angrainy
Date Deposited: 15 Apr 2019 01:39
Last Modified: 15 Apr 2019 01:39
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/2492

Actions (login required)

View Item View Item