Analisis Proses Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas Seni Budaya Melayu dalam Mengangkat Kearifan Lokal di Tanjungpinang

Rahmasuci Sabri, Erwanda Analisis Proses Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas Seni Budaya Melayu dalam Mengangkat Kearifan Lokal di Tanjungpinang. Analisis Proses Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas Budaya Melayu dalam Mengangkat Kearifan Lokal di Tanjungpinang. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
ERWANDA RAHMASUCI SABRI-140563201011-FISIP-2019.pdf

Download (404kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni budaya melayu, yang dalam hal ini sanggar-sanggar seni dalam mengangkat kearifan lokal di Tanjungpinang dan juga mengetahui kiprah pemerintah dalam merangkul dan menjadikan seni budaya yang dilestarikan komunitas tersebut sebagai nilai jual daerah yang bisa mendukung perkembangan potensi daerah Kota Tanjungpinang. Peneliti berfokus ke beberapa instansi pemerintah yang berkaitan dengan jalannya kegiatan untuk mengangkat kearifan lokal sebagai nilai jual daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dan dikumpulkan melalui proses wawancara terhadap informan. Selain menggunakan teori kolaborasi, peneliti juga menggunakan teori modal sosial sebagai teori pendukung untuk melengkapi hasil observasi di lapangan, dimana modal sosial digunakan oleh komunitas sebagai salah satu laluan untuk melestarikan kearifan budaya lokal di Tanjungpinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan komunitas sanggar seni sudah benar terjadi, dimana pemerintah secara langsung menggunakan jasa dari komunitas sanggar seni melayu. Terdapat 3 (tiga) faktor pendukung dalam proses kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni budaya melayu di Tanjungpinang yakni sumberdaya manusia yang dimiliki tiap-tiap stakeholder dan komunitas, self motivation, dan kepercayaan yang tinggi yang dimiliki komunitas. Sedangkan faktor penghambat antara lain kurangnya wadah realisasi karya-karya komunitas, kurangnya perhatian pemerintah terhadap komunitas sanggar seni di Tanjungpinang, kurangnya dukungan pemerintah terhadap sanggar baru, dan pemberian bantuan yang tidak merata. Dalam proses kolaborasi, tiap-tiap tahap kolaborasi terbukti telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun komunitas, namun belum maksimal, dikarenakan hanya dilakukan ketika pemerintah membutuhkan bantuan komunitas saja, dan begitu juga sebaliknya. Kata kunci: kolaborasi, komunitas sanggar seni, pemerintah

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HJ Public Finance
Division: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Program Studi Ilmu Administrasi Negara
Depositing User: Erwanda Rahmasuci Sabri
Date Deposited: 15 Apr 2019 01:41
Last Modified: 15 Apr 2019 01:41
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/2628

Actions (login required)

View Item View Item