KUALITAS PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI KANTOR SAMSAT KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2017

hangga, wijaya (2017) KUALITAS PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI KANTOR SAMSAT KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2017. KUALITAS PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI KANTOR SAMSAT KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2017. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
E_jurnal.pdf - Draft Version

Download (483kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Pada tahun 2017 terjadi pemberlakuan tarif baru kepengurusan surat-surat kendaraan bermotor hal ini memancing kehebohan dimasyarakat terutama di Kota Tanjungpinang, penyebabnya besaran kenaikan tarif BPKB ( Buku Pemilik Kendaraan Bermotor ), STNK ( Surat Tanda Nomor Kendaraan ) dan SIM ( Surat Izin Mengemudi) mencapai tiga kali lipat. Kenaikan tarif tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 Tentang jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku dalam kepolisian. Peraturan ini ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 2 Desember 2016, dan berlaku mulai 6 januari 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor roda dua di kantor SAMSAT kota Tanjungpinang dengan adanya kenaikan pajak kendaraan bermotor dengan peraturan baru yang disahkan oleh pemerintah pusat. Adapun dalam penulisan ini yang jadi informan adalah, (1) Kasubbag penerimaan dan penetapan, (2) Staff Kasubbag Penerimaan dan Penetapan, (3) Kanit regident, (4) Staff BAUR STNK, (5) Kepala pelayanan jasaraharja, (6) Staff jasaraharja, (7) 4 (empat) orang Masyarakat. Dalam penelitian ini, teknik analisa yang digunkan adalah analisis data kualitatif yang dapat menghasilkan data deskriptif analisa ini dinyatakan secara lisan dan tulisan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) pada indikator daya tanggap dinilai kurang optimal, begitu juga pada indikator aspirasi. Untuk fasilitas yg disediakan sudah cukup memadai. (2) pada indikator kemampuan memberikan pelayanan sudah maksimal karena sesuai prosedur. (3) pada indikator penyesuaian standar pelayanan terhadap pelanggan sudah maksimal. Kesimpulan dalam penelitian ini, bahwa berdasarkan hasil wawancara dengan responden dan key informan serta didukung dengan hasil observasi secara langsung di lapangan berkenaan dengan judul kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor roda dua di kantor SAMSAT kota Tanjungpinang tahun 2017, yaitu : (1) Pelayanan yang diberikan belum optimal. (2) Kurang optimalnya respon terhadap aspirasi masyarakat. (3). Pemberian pelayanan dan sosialisasi tidak secara langsung sehingga belum optimal. Adapun saran yang dapat disampaikan adalah, agar lebih meningkatkan kualitas pelayanannya, lebih optimal dalam menerima aspirasi masyarakat, melaksanankan pelayanan sesuai prosedur yang ditetapkan dan dapat memberikan fasilitas yang lebih lagi baik agar pelayanan yang diberikan bisa lebih efektif dan efisien. Kata kunci : kenaikan pajak , kualitas pelayanan , permasalahan kualitas pelayanan ABSTRACT In 2017, there will be a new tariff to proceed the motor vehicle letters. this matter causes new problems in the community, especially in Tanjungpinang city. The cause of book owner of motor vehicle’s (BPKB) tariff, the letter of vehicle number’s (STNK) tariff and the driver's license’s (SIM) tariffs are increased to be three times. The tariff increment is stipulated in government regulation number 60 the year of 2016 about the types and tariffs on non-tax state revenue (PNBP) applied in police regulation which is signed by president Jokowi on 2nd of December 2016, and it is valid from 6 January 2017. This research aims to determine the tax service quality of two-wheel motor vehicles at SAMSAT office Tanjungpinang city in accordance with the new regulations of motor vehicle taxes increment which is issued by the central government. The informants of this research are 1. Head of acceptance and determination department city, 2. The staff of head of acceptance and determination department, 3. Head of the resident unit, 4. Bam Staff of the letter of vehicle number (STNK), 5. Head of Jasa Raharja, 6. The staff of Jasa Raharja, 7. 4 people of the community. In this research, the analysis technique used is qualitative data analysis that can produce descriptive data which is expressed orally and written. The results showed that, (1) On the indicator of responsiviness rated not optimal, so is the aspiration indicator. For the facilities provided are sufficient. (2) On the indicator of the ability providing services is maximal, because according to procedures. (3) In standard adaption indicator of service to customer is maximal. The conclusion of this research is based on interview result with respondent and key informant and it is supported by direct observation result in the field which is related to the title of tax service quality of two-wheel motor vehicles at SAMSAT office Tanjungpinang city year of 2017, hence some problems arise such as: (1). The providing services are not optimal yet. (2). The lack of optimal response to community aspirations. (3). The provision of services and socialization are not directly so it is not optimal yet. So, for suggestions that can be submitted are to improve the service quality, to be more optimal in accepting the aspirations of the community, carry out the services in accordance with the procedures set and can provide more facilities for both services to be more effective and efficient. Keywords: tax increament, service quality, service quality problems

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Division: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: hangga wijaya
Date Deposited: 15 Feb 2018 06:44
Last Modified: 15 Feb 2018 06:44
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/286

Actions (login required)

View Item View Item