Evaluasi Pemekaran Kecamatan di Kecamatan Belat Kabupaten Karimun

Muhammad arry andika, arry Evaluasi Pemekaran Kecamatan di Kecamatan Belat Kabupaten Karimun. Evaluasi Pemekaran Kecamatan di Kecamatan Belat Kabupaten Karimun.

[img]
Preview
Text
MUHAMMAD ARRY ANDIKA.pdf

Download (599kB) | Preview

Abstract

Pemekaran Wilayah Kecamatan Belat yang sudah berjalan lima tahun merupakan usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung wilayah, dari aspek pelayanan masyarakat, aspek pemerintahan dan juga aspek sosial ekonomi yang ada. Dimana sebelum terjadinya pemekaran rentang kendali yang begitu jauh membuat masyarakat menjadi enggan untuk mengurus data kependudukan yang ada sehingga pemekaran Kecamatan Belat juga diharapkan dapat menimbulkan dampak positif bagi masyarakat seperti lebih efektif dan efisien, mempercepat proses pembangunan, dan juga mempercepat pengolahan sumberdaya alam. Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori William Dunn dimana Evaluasi memiliki 6 aspek yaitu Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Peralatan, Responsivitas dan ketepatan. Tujuan dalam penelitian ini pada dasarnya adalah untuk mengevaluasi pemekaran yang terjadi di Kecamatan Belat Kabupaten Karimun. Dimana respondennya terdiri dari Camat belat, tokoh masyarakat dan juga masyarakat itu sendiri. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis Deskriptif dengan Pendekatan Kualitatif. Hasil Penelitian dari segi efektivitas dimana Kecamatan Belat masih kekurangan sumber daya manusia yang mendukung dan juga pembangunan yang masih dalam wacanana namun belum terealisasi sampai sekarang. Kemudian dari segiefisiensi dimana masyarakat masih membutuhkan biaya lebih untuk menyebrang kekundur utara, dari segi kecukupan dimana masih kurangnya alat-alat yang ada di kantor kecamatan sehingga pelayanan yang di berikan menjadi kurang maksimal, adapun, Dari Peralatan dimana untuk mempercepat pembangunan yang ada pemerintah lebih mengutamakan penyelesaian secara diskusi sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan, responsifitas dimana pemerintah kecamatan belat lebih banyak mendengar masukan dari masyarakat yang ada, kemudian dari segi ketepatan terkait pembangunan yang ada pemerintah kecamatan belat hendaknya tidak mengulur-ngulur waktu sehingga pembangunan tepat pada waktunya

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JS Local government Municipal government
Division: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: muhammad arry andika
Date Deposited: 20 Feb 2018 06:56
Last Modified: 20 Feb 2018 06:56
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/305

Actions (login required)

View Item View Item