Pengaruh Pemberian Penghargaan, Komunikasi dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Personil di Polda Kepri

Kurniawati, Yosi (2019) Pengaruh Pemberian Penghargaan, Komunikasi dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Personil di Polda Kepri. Pengaruh Pemberian Penghargaan, Komunikasi dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Personil di Polda Kepri.

[img] Text
JURNAL.docx

Download (157kB)
[img]
Preview
Image
image3.png

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Image
image4.jpeg

Download (46kB) | Preview
[img]
Preview
Image
image1.png

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Image
image2.png

Download (19kB) | Preview
[img] Text
JURNAL.docx

Download (157kB)

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN PENGHARGAAN, KOMUNIKASI, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PERSONIL DI POLDA KEPRI Akhirman, S.Sos., MM ; Myrna Sofia, SE., M.Si ; Yosi As Kurniawati yosie2905@gmail.com Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian penghargaan, komunikasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja personil di Polda Kepri. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Adapun objek pada penelitian ini yaitu personil Birorena, Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Kepri sejumlah 51 personil, dengan alamat kantor berada di Jalan Hang Jebat nomor 81, Batu Besar, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Berdasarkan hasil uji t diperoleh thitung untuk variabel pemberian penghargaan adalah 2,286 dengan hasil signifikasi 0,027<0,050 dan berdasarkan perbandingan rhitung dan rtabel (2,286>1,167722) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga pemberian penghargaan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil uji t diperoleh thitung untuk variabel komunikasi adalah 2,596 dengan hasil signifikasi 0,013<0,050 dan berdasarkan perbandingan rhitung dan rtabel (2,596>1,167722) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga komunikasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil uji t diperoleh thitung untuk variabel motivasi adalah 2,031 dengan hasil signifikasi 0,048<0,050 dan berdasarkan perbandingan rhitung dan rtabel (2,031>1,167722) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga motivasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil uji f diperoleh nilai f hitung sebesar 11,407 dengan signifikasi 0,000 dibawah 0,050. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pemberian penghargaan, komunikasi dan motivasi secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja personel di Polda Kepulauan Riau. Kata kunci : penghargaan, komunikasi, motivasi, kepuasan kerja. 1 Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, yosie2905@gmail.com 2Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, 4akhirman@gmail.com 3Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, bakti_2006@yahoo.co.id PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Polda Kepri merupakan sebuah instansi yang bertugas mengayomi dan melayani masyarakat yang berada di wilayah hukum Kepulauan Riau. Provinsi Kepri merupakan Provinsi yang dikelilingi oleh banyak Pulau yang terdiri dari 543 Pulau bernama, 366 Pulau berpenghuni, 2.042 Pulau tidak berpenghuni, 52 Pulau terluar dan 22 Pulau terdepan. Dengan banyaknya Pulau tersebut, maka dibutuhkan banyak personil guna penjagaan dan pengamanan.Di Polda Kepri saat ini hanya terdapat4.868 personil yang tersebar di 7 Polres dan di Mako Polda Kepri.Kondisi tersebut mengakibatkan personil harus bekerja lebih keras lagi dalam melaksanakan pengamanan wilayah hukum Polda Kepri.Dengan demikian perlu adanya motivasi, penghargaan dan komunikasi yang baik guna meningkatkan kepuasan kerja personil di Polda Kepri.Permasalahan yang seringkali muncul dari banyaknya jumlah pulau dan jumlah kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polda Kepri yaitu adanya rasa jenuh dan kurang semangat dari personil dalam menangani permasalahan tersebut.Selain itu, konflik yang berkepanjangan yang terjadi di wilayah hukum Polda Kepri juga menjadi permasalahn yang sering dialami di Polda Kepri.Dengan banyaknya konflik maka dengan demikian Polda Kepri harus memiliki banyak personil yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Tujuan dan Manfaat Penelitian Dalam penelitian yang dilakukukan di Polda Kepri ini bertujuan yaitu untuk mengetahui adakah pengaruh atau seberapa besar pengaruh pemberian penghargaan, komunikasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja personil di Polda Kepri. Untuk mendapatkan bukti empiris apakah pemberian penghargaan, komunikasi dan motivasi mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan kerja, maka diperlukan beberapa hipotesis yang dapat digunakan dalam penelitian ini. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga secara parsial pemberian penghargaan, komunikasi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja kemudian diduga secara simultan pemberian penghargaan, komunikasi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. BAHAN DAN METODE Identifikasi Variabel Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan, penelitian ini menggunakan 3 variabel sebagai independent variabel dan 1 dependent variabel. Independent variabel (variabel bebas) dalam penelitian ini meliputi Penghargaan (X1), Komunikasi (X2), dan Motivasi (X3) sedangkan dependent variabel (variabel terikat) dalam penelitian ini adalah Kepuasan Kerja yang disimbolkan (Y). Adapun definisi dari variabel penghargaan adalah Menurut Satrohadiwirya (2010:17) penghargaan merupakan imbalan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para tenaga kerja karena tenaga kerja tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Siagian (dalam I Gede Kresna Wirawan dan I Nyoman Sudaharma 2015) mendefinisikan komunikasi merupakan hubungan kerja antara bawahan dan atasan yang mana hubungan tersebut sangat penting dalam suatu pekerjaan agar terjalin kerjasama yang baik oleh semua pihak dalam suatu perusahaan. . Menurut Martoyo (dalam Frans Farlen 2011) motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja dengan kata lain pendorong semangat kerja. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, data yang berupa angka-angka yang dapat dianalisis dan menghasilkan jawaban-jawaban atas pertanyaan dari permasalahan. Sumber data yang digunakan adalah data primer, data yang diperoleh dan diolah sendiri oleh peneliti yang belum pernah diolah oleh pihak lain melalui hasil kuesioner dan observasi tentang lingkungan kerja dan data yang diberikan oleh manajemen instansi. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data penelitian ini yaitu a) Kuesioner (angket), merupakan kuesioner yang disebarkan yang berisi daftar pertanyaan tertulis kepada responden mengenai pemberian penghargaan, komunikasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja personil di Polda Kepri yang diukur dengan skala likert (Sugiyono, 2013). b) observasi tentang lingkungan kerja dan data yang diperoleh dari manajemen instansi. Data diolah dengan menggunakan alat bantu yaitu SPSS versi 24. Teknik Analisis Data Uji Validitas Uji Validitas menunjukkan tingkat ketepatan ukuran dan ketepatan instrumen terhadap konsep yang diteliti. Kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2012:53). Dalam menentukan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakuakan uji signifikasi koefisien korelasi pada batasan minimal korelasi 0,30. Artinya suatu item dianggap valid jika skor total lebih besar dari 0,30 (Pryatno, 2010:90). Uji Realibilitas Reabilitas (keandalan) merupakan ukuran suatu kestabilan den konsisrensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan kontruk-kontruk pertanyaan yang merupaka suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuisioner. Menurut Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur yang biasanya menggunakan kuesioner. Uji reabilitas dapat dilakukan secara bersama-sama terhadap seluruh butir pertanyaan. Jika nilai Alpha > 0,60 maka reliabel (Priyatno 2014). Jika nilai Alpha > nilai konstanta, pertanyaan dinyatakan reliabel, jika nilai Alpha < nilai konstanta, pertanyaan dinyatakan tidak realibel (Arifin, 2017). Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali, 2016). Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S). Dasar pengembalian keputusan dalam uji K-S adalah sebagai berikut: Apabila nilai signifikan atau nilai probabilitas > 0,05atau 5 persen maka data terdistribusi secara normal. Apabila nilai signifikan atau nilai probabilitas < 0,05 atau 5 persen maka data tidak terdistribusi normal. Uji Multikolonieritas Bertujuan untuk menguji apakah model regresiditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel indepen. Untuk menunjukkan adanya multikoliniearitas adalah tolerance ≥ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≤ 10 (Ghozali, 2016). Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dalammodel regresi dapat dilihat dari tolerance value atau variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan veriabelindependen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi nilai cut-off yang umum adalah: Jika nilai tolerance > 0.10 persen dan nilai VIF < 10, Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. Jika nilai tolerance <0.10 persen dan nilai VIF >10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. Hipotesa multikolinearitas: Ho = Tidak ada multikolinearitas Ha = ada multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu modelregresi terjadi ketidakpastian variance dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain (Ghozali, 2016). Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika varian berbeda disebut heteroskeditisitas. Pada penelitian ini menguji ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat scatter plot. Jika pada catter plot memiliki titik-titik yang menyebar dan tidak membentuk pola tertentu maka tidak terjadi adanya heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika menbentuk pola tertentu maka terjadi heteroskedastisitas. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan menurut (Ghozali, 2016) adalah: Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, mengidentifikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika variabel independen signifikan secara statistic mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika tidak ada satu pun variabel independen yang signifikan secara statistic mempengaruhi variabel dependen, maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas. Keputusan pengujian ini adalah: Jika signifikn, < 0,05, maka Ho ditolak (ada heteroskedastisitas). jika signifikan, <0,05 maka F Ho diterima (ada heteroskedastisitas). Uji Autokorelasi Bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalah pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi muncul karena obsevasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya, hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu (time series). Run test merupakan sebagian dari statistic no parametric yang dapat digunakan untuk menguji apakah antar residual terdapat korelasi yang tinggi atau tidak (Ghozali, 2016). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena ada observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi keobservasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu (time series) Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi digunakan uji Durbin Waston, dimana dalam pengambilan keputusan dengan melihat beberapa jumlah sampel yang diteliti yang kemudian dilihat angka ketentuannya pada tabel Durbin Waston. Terdapat beberapa cara untuk menguji ada atau tidaknya autokorelasi dan pada penelitian ini akan digunakan uji Durbin – Waston (DW Test). Hipotesis yang akan diuji adalah: Ho: Tidak ada Autokorelasi Ha: ada Autokorelasi Analisis Regresi Linear Berganda Model analisis ini dipilih karena penelitian inidirancang untuk meneliti variabel bebas yang berpengaruh terhadap variabel tidak bebas. Menurut (Sugiono, 2012) analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, jika dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya).Persamaan regresi linear berganda dapat di rumuskansebagai berikut: γ=a+b1X1+b2X2+b3X3 +e Keterangan Y = Variabel Dependen (Kepuasan Kerja) X1 = Variabel Independen 1 (Penghargaan) X2 = Variabel Independen 2 (Komunikasi) X3 = Variabel Independen 3 (Motivasi) b (1,2,3) = koefisien regresi a = konstanta e = Standar Error Uji Hipotesis Uji t (Uji Parsial) Pengujian hipotesis untuk masing-masing variabel pemberian penghargaan, komunikasi, motivasi terhadap kepuasan Kerja personil menggunakan uji regresi parsial (uji t). menurut Ghozali (2016), uji statistic t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu veriabel penjelas / independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.Adapun mengenai hipotesis-hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Jika nilai signifikan t dari masing-masing variabel yang diperoleh dari pengujian lebih kecil dari nilai signifikan yang dipergunaakan yaitu sebesar 5 persen maka secara parsial variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan t dari masing-masing variabel yang diperoleh dari pengujian lebih besar dari nilai signifikasi yang dipergunakan yaitu sebesar 5 persen maka secara parsial variabel independen. Uji f (Uji Simultan) Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat. Perlu diketahui untuk menguji hipotesis menggunakan statistik F yakni dengan membandingkan nilai F hasil peritungan dengan nilai F menurut tabel. Bila nilai F hitung lebih dari pada nilai F tabel, maka Ho ditolak dan menerima Ha (Ghozali, 2016). Uji F digunakan untuk menguji apakah model regresi dapat digunakan untuk memprekdisi variabel dependen. Hipotesis akan diuji dengan menggunakan tingkat signifikasnsi (a) sebesar 5 persen atau 0,05. Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis akan didasarkan pada nilai probabilitas signifikansi. Jika nilai probbabilitas signifikasi < 0,05, maka hipotesis di terima. Hal ini berarti dapat digunakan untuk memprediksi variabel independen. Jika nilai profabilitas signifikansi > 0,05 , maka hipotesis ditolak. Hal ini berarti model regresi tidak dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen. Adapun mengenai hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Jika nilai F-hitung > F-tabel maka variabel X secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y. Jika nilai F-hitung < F-tabel maka variabel X secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y Koefisien Determinasi (R2) Uji Koefisien determinasi ditunjukkan untuk melihat seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi varian dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol daan satu. Nilai R-Square kecil berarti kemampuan variabel dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas (Ghozali, 2016). HASIL Hasill Pengujian Validitas Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2017). Item pernyataan dikatakan valid apabila mempunyai nilai signifikan <0,05 dan r hitung >r tabel maka dinyatakan valid. Tabel 1. Hasil Pengujian Validitas Variabel Penghargaan. Pemberian Penghargaan rtabel rhitung Perntanyaan 1 0,2759 0,680 Perntanyaan 2 0,2759 0,816 Perntanyaan 3 0,2759 0,785 Perntanyaan 4 0,2759 0,768 Perntanyaan 5 0,2759 0,817 Perntanyaan 6 0,2759 0,659 Sumber :Data Primer Diolah, 2019 Tabel 2. Hasil Pengujian Validitas Variabel Komunikasi. Komunikasi Rtabel rhitung Perntanyaan 1 0,2759 0,912 Perntanyaan 2 0,2759 0,905 Perntanyaan 3 0,2759 0,833 Sumber :Data Primer Diolah, 2019 Tabel 3. Hasil Pengujian Validitas Variabel motivasi. Motivasi Rtabel rhitung Perntanyaan 1 0,2759 0,527 Perntanyaan 2 0,2759 0,366 Perntanyaan 3 0,2759 0,620 Perntanyaan 4 0,2759 0,634 Perntanyaan 5 0,2759 0,633 Perntanyaan 6 0,2759 0,658 Perntanyaan 7 0,2759 0,780 Perntanyaan 8 0,2759 0,649 Perntanyaan 9 0,2759 0,723 Perntanyaan 10 0,2759 0,479 Perntanyaan 11 0,2759 0,491 Perntanyaan 12 0,2759 0,709 Perntanyaan 13 0,2759 0,435 Perntanyaan 14 0,2759 0,580 Perntanyaan 15 0,2759 0,554 Perntanyaan 16 0,2759 0,552 Sumber :Data Primer Diolah, 2019 Tabel 4. Hasil Pengujian Validitas Variabel Kepuasan Kerja Kepuasan Kerja rtabel rhitung Perntanyaan 1 0,2759 0,612 Perntanyaan 2 0,2759 0,737 Perntanyaan 3 0,2759 0,692 Perntanyaan 4 0,2759 0,806 Perntanyaan 5 0,2759 0,740 Perntanyaan 6 0,2759 0,832 Perntanyaan 7 0,2759 0,802 Sumber :Data Primer Diolah, 2019 Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat dilihat bahwa dari variabel Penghargaan (X1) dengan 6 butir pernyataan, komunikasi (X2) dengan 3 butir pernyataan, motivasi (X3) dengan 16 pernyataan, dan Kepuasan Kerja (Y) dengan 7 butir penyataan, semuanya dinyatakan valid dan layak untuk dijadikan instrument dalam penelitian ini karena semua item penyataan lebih besar dari nilai rtabel yaitu 0,2759. Hasil Pengujian Reabilitas Tabel 5. Hasil Pengujian Reabilitas Variabel Cronbacl Alpha yang disarankan Cronbacl Alpha Keterangan Pemberian Penghargaan 0,60 0,846 Reliabel Komunikasi 0,60 0,860 Reliabel Motivasi 0,60 0,876 Reliabel Kepuasan Kerja 0,60 0,863 Reliabel Sumber :Data Primer Diolah, 2019 Dari tabel di atas diketahui Cronbach Alpha dari empat variabel yang diteliti berada di atas 0,60. Dapat disimpulkan bahwa variabel yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi tingkat reliabilitas yang dipersyaratkan. Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Pengujian Normalitas Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Uji Normalitas mensyaratkan bahwa penyebaran data harus berada di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas (berdistribusi normal).Artinya dalam penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal Gambar 1 Hasil Grafik Histogram Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Tabel 6. Hasil Pengujian Kolmogrov-Sminov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 51 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation .48548942 Most Extreme Differences Absolute .113 Positive .075 Negative -.113 Test Statistic .113 Asymp. Sig. (2-tailed) .117c a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Hasil Pengujian Multikolonieritas Tabel 7. Hasil Pengujian Multikolonieritas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) PENGHARGAAN .804 1.244 KOMUNIKASI .804 1.243 MOTIVASI .812 1.231 Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Dari hasil perhitungan didapatkan nilai tolerance pada masing-masing persamaan lebih besar dari 0,1 dan nilah VIF kurang dari 10. Jadi dapat disimpulkan pada model regresi tidak mengandung mutikolonieritas. Artinya variabel bebas yaitu Pemberian Penghargaan, Komunikasi dan Motivasi saling mempengaruhi. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Dari hasil analisis uji heteroskedastisitas dengan menggunakan grafik scatterplot adalah jika titik grafik dalam grafik tersebar secara acak (tidak membentuk pola), dimana titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, dengan demikian tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil Pengujian Autokorelasi Tabel 8. Hasil Pengujian Autokorelasi dengan tabel Dusbin Watson Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .649a .421 .384 3.505 2.187 a. Predictors: (Constant), MOTIVASI, KOMUNIKASI, PENGHARGAAN b. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 9. Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 4.721 3.997 1.181 .243 PENGHARGAAN .290 .127 .283 2.286 .027 .804 1.244 KOMUNIKASI .530 .204 .321 2.596 .013 .804 1.243 MOTIVASI .137 .068 .250 2.031 .048 .812 1.231 a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Hasil Pengujian Hipotesis Hasil Pengujian t (Uji Parsial) Tabel 10 Hasil Pengujian t (Uji Parsial) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 4.721 3.997 1.181 .243 PENGHARGAAN .290 .127 .283 2.286 .027 .804 1.244 KOMUNIKASI .530 .204 .321 2.596 .013 .804 1.243 MOTIVASI .137 .068 .250 2.031 .048 .812 1.231 a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Hasil Pengujian f (Uji Simultan) Tabel 11 Hasil Pengujian f (Uji Simultan) Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 420.457 3 140.152 11.407 .000b Residual 577.465 47 12.286 Total 997.922 50 a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA b. Predictors: (Constant), MOTIVASI, KOMUNIKASI, PENGHARGAAN Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R2) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .649a .421 .384 3.505 2.187 a. Predictors: (Constant), MOTIVASI, KOMUNIKASI, PENGHARGAAN b. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA Sumber :Output Data Olahan SPSS Versi 24, 2019 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa persentase pengaruh variabel independen yaitu pemberian penghargaan, komunikasi dan motivasi terhadap variabel dependen yaitu kepuasan kerja sebesar 38,4 % sedangkan sisanya 61,6 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Pemberian Penghargaan (X1) terhadap kepuasan kerja (Y) Pengaruh pemberian penghargaan terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai thitung untuk variabel pemberian penghargaan adalah 2,286 dengan hasil siginifikasinya 0,027 < 0,050 dan berdasarkan perbandingan thitungdan ttabel(2,286 >1,67722) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga pemberian penghargaan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja Pengaruh Komunikasi (X2) terhadap kepuasan kerja (Y) Pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai thitung untuk variabel komunikasi adalah 2,596 dengan hasil siginifikasinya 0,013 < 0,050 dan berdasarkan perbandingan thitungdan ttabel (2,596 >1,67722) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga pemberian penghargaan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja Pengaruh Motivasi (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) Pengaruh motivasi terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai thitung untuk variabel motivasi adalah 2,031 dengan hasil siginikasinya 0,048 < 0,050 dan berdasarkan perbandingan thitungdan ttabel (2,031 >1,67722) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga pemberian penghargaan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja KESIMPULAN Dari hasil analisis dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa secara parsial maupun secara simultan Pemberian Penghargaan (X1), Komunikasi (X2) dan Motivasi (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Personil (Y) di Polda Kepri. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih diberikan kepada : Personil dan staf jajaran Polda Kepri; Dekan, Ketua Jurusan, dan Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji. DAFTAR PUSTAKA Arifin, Bambang Syamsul. (2015). Psikologi Sosial. Bandung: CV Pustaka Setia. Farlen, Frans. (2011). Pengaruh Motivasi Kerja dan Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Yogyakarta : Universitas Pembangunan Nasional. Ghozali, Imam. (2012). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Yogyakarta: Universitas Diponegoro. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS23. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro I Gede Kresna Wirawan, dan I Nyiman Sudharma. (2015). ”Pengaruh Komunikasi, Motivasi, dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Sekretariat Daerah Kota Denpasar”. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 4, No. 10, 2015: 3037-3062. Rhizenda, Dea Putri. (2016). Analisis Pengaruh Motivasi dan Kompensasi terhadap Loyalitas Karyawan Jawa Pos Kediri dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi. Ponorogo: Universitas Muhamadiyah Ponorogo. Priyatno, Duwi. 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta :Gava Media. Sugiyono, 2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.. (2017). Metode Penelitian kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education
Division: Fakultas Ekonomi
Depositing User: Yosi As Kurniawati
Date Deposited: 15 Apr 2019 01:45
Last Modified: 15 Apr 2019 01:45
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/3089

Actions (login required)

View Item View Item