Disparitas putusan pidana terhadap tindak pidana pencabulan anak (studi kasus putusan pada pengadilan negeri tanjung balai karimun

Nurhayati, Nurhayati Disparitas putusan pidana terhadap tindak pidana pencabulan anak (studi kasus putusan pada pengadilan negeri tanjung balai karimun. Disparitas Penjatuhan Putusan Terhadap Tindak Pidana Putusan Pencabulan Anak (studi kasus putusan pada pengadilan negeri tanjung balai karimun. (Unpublished)

Full text not available from this repository.

Abstract

Disparitas Putusan Pidana Terhadap Tindak Pidana Pencabulan Anak (Studi Kasus Putusan Pada Pengadilan Negeri Tanjung Balai Krimun) Nurhayati1 , Pery Rehendra Sucipta2 , Ayu Efritadewi3 Nurulhayati0509@gmail.com Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji ABSRTAK Disparitas pidana adalah penerapan pidana yang tidak sama terhadap tindak pidana yang sama (same offence) dalam prakteknya di pengadilan. Disparitas putusan Hakim dalam kasus pencabulan dapat terjadi terhadap pelaku pencabulan anak yang satu dengan pelaku yang lainnya atau hukuman untuk pelaku pencabulan anak ada yang lebih ringan hukumannya dari pada yang lainnya. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian hukum normatif yuridis dengan pendekatan perundangan-undangan dan pendekatan konseptual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya disparitas penjatuhan pidana terhadap tindak pidana pencabulan anak, dan untuk mengetahui bagaimana implikasi hukum dalam disparitas penjatuhan pidana terhadap tindak pidana pencabulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap kasus tindak pidana pencabulan anak pada 3 (putusan) pidana di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, berdasarkan beberapa faktor: Diantaranya faktor pertimbangan Hakim yang bersifat yuridis, meliputi: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Keterangan Terdakwa, Keterangan Saksi, Barang-barang Bukti, Pasal-pasal Peraturan Hukum Pidana. Dan faktor pertimbangan Hakim yang bersifat non yuridis, meliputi: Latar Belakang Perbuatan Terdakwa, Akibat Perbuatan Terdakwa, Kondisi Diri Terdakwa, Faktor Keyakinan Hakim, dan faktor hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi Terdakwa. Implikasi dari disparitas putusan penjatuhan pidana terhadap tindak pidana pencabulan anak oleh Hakim itu ada beberapa kemungkinan. Tentunya bagi masyarakat, disparitas pidana dalam arti yang tidak memberi dasar, pertama, bisa menimbulkan ketidakpercayaan dari masyarakat. Kedua terjadi rasa ketidak puasan karena diperlakukan tidak sama dengan pelaku yang lainnya. Ketiga, kemudian memunculkan rasa ketidakadilan. Keempat, menimbulkan kebencian kepada sistem, khususnya di Lembaga Pengadilan. Kelima, dapat menghasilkan ketidakpercayaan terhadap aparat penegak hukum dalam Criminal Justice System. Penelitian ini juga memiliki saran yaitu Bagi Hakim atau pengadilan, seharusnya memberikan wadah atau pengertian kepada masyarakat umum tentang pertimbangan hukum dari putusan yang berbeda meskipun perbuatannya sama, sehingga masyarakat dapat mengerti dan menerima putusan tersebut. Meskipun terdapat perbedaan disetiap putusan Hakim yang dapat menimbulkan disparitas, Hakim hendaknya tetap memperhatikan rasa keadilan didalam setiap pengambilan keputusan. Dengan adanya disparitas penjatuhan putusan ini hendaknya bisa memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana pencabulan anak sehingga tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan memberi contoh kepada masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan yang sama. Kata Kunci : Disparitas Pidana, Pencabulan Anak

Item Type: Article
Subjects: K Law > K Law (General)
Division: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Nurhayati Nurhayati
Date Deposited: 14 Aug 2019 07:37
Last Modified: 14 Aug 2019 07:37
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/3466

Actions (login required)

View Item View Item