KONFLIK NELAYAN SENGGARANG KOTA TANJUNGPINANG DENGAN NELAYAN TEMBELING KECAMATAN TELUK BINTAN KABUPATEN BINTAN

Tiara, Haryan and Nanik, Rahmawati and Tri, Samnuzulsari KONFLIK NELAYAN SENGGARANG KOTA TANJUNGPINANG DENGAN NELAYAN TEMBELING KECAMATAN TELUK BINTAN KABUPATEN BINTAN. KONFLIK NELAYAN SENGGARANG KOTA TANJUNGPINANG DENGAN NELAYAN TEMBELING KECAMATAN TELUK BINTAN KABUPATEN BINTAN.

[img]
Preview
Text
jurnal tiara.pdf

Download (309kB) | Preview

Abstract

Fenomena konflik pemanfaatan sumberdaya perikanan sampai saat ini masih terjadi meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan. Konflik yang berlangsung sejak lama, di Kota Tanjungpinang sendiri konflik terjadi sejak tahun 2009, sebagian besar masyarakat nelayan melakukan pelarangan terhadap kehadiran nelayan ke daerahnya karena mereka banyak melakukan pelanggaran hukum dan aturan lokal dalam menangkap ikan. Sebagaimana yang diketahui, konflik nelayan Senggarang dan Tembeling sering terjadi terkait masalah area tangkapan dan alat tangkap nelayan dan perseteruan antar nelayan Bintan dan Tanjungpinang hingga saat ini masih saja terus berlanjut. Tujuan penelitian ini pada dasarnya adalah Untuk mengetahui Konflik Nelayan Senggarang Kota Tanjungpinang Dengan Nelayan Tembeling Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Dalam penelitian ini informan berjumlah 10 dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa Konflik Nelayan Senggarang Kota Tanjungpinang Dengan Nelayan Tembeling Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan sampai saat ini masih terjadi. Alat tangkap merupakan pemicu konflik di Tembeling dan Senggarang, terjadi pelanggaran daerah penangkapan ikan yang menyebabkan konflik dengan nelayan setempat, Nelayan senggarang atau nelayan Kota Tanjungpinang lebih banyak menggunakan Pukat Gamat atau pukat Modern, kemudian masih menggunakan pukat tarik yang sudah dilarang kemudian konflik yang terjadi antara wilayah Tembeling dan Senggarang adalah karena adanya wilayah perbatasan yang dibuat oleh para nelayan sendiri, hal ini dipicu dari adanya perbedaan alat tangkap dan kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Kata Kunci : Konflik, Nelayan, Alat Tangkap

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Tiara Haryani -
Date Deposited: 20 Feb 2018 06:29
Last Modified: 20 Feb 2018 06:29
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/377

Actions (login required)

View Item View Item