PANTANG LARANG BAGI NELAYAN PADA SAAT MELAUT KECAMATAN SENAYANG KABUPATEN LINGGA

Sri, Wahyuni and Rahmawati, Syafitri PANTANG LARANG BAGI NELAYAN PADA SAAT MELAUT KECAMATAN SENAYANG KABUPATEN LINGGA. PANTANG LARANG BAGI NELAYAN PADA SAAT MELAUT KECAMATAN SENAYANG KABUPATEN LINGGA.

[img] Text
JURNAL RIRI.pdf

Download (820kB)

Abstract

Pantang larang orang melayu merupakan kepercayaan masyarakat melayu zaman lampau berkaitan dengan adat dan budaya warisan nenek moyang. Larangan secara ringkasnya bermaksud suatu kepercayaan yang meliputi dari sejak manusia itu dilahirkan sampai dewasa dan akhirnya meninggal dunia. Pantang larang lebih merupakan khazanah budaya dunia terbina dari pengalaman hidup yang lalu, pengalaman ini mendukung nilai yang tinggi karna paling tidaknya penggalaman ini dapat dijadikan panduan, pedoman atau contoh teladan dalam kehidupan masa kini. Tujuan dari penelitian memberikan sumbangan ilmu pengetahuan dan pemikiran serta dapat membantu sebagai bahan informasi mengenai pantang larang bagi nelayan pada saat melaut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. informan di dalam penelitian ini berjumlah 8 informan, pemilihan informan dengan tehnik purposive sampling. Dari hasil penelitian ditemui berbagai macam penyebab pentang larang melaut masih terus dijalankan karena Pertama, Pantang larang dijalankan oleh nelayan pukat tersebut sudah menjadi kebiasaan atau tradisi di masyarakat Desa Baran sejak dari zaman dahulu yang merupakan salah satu peninggalan turun temurun. Sebagai masyarakat Baran menjaga dan melestarikan budaya tersebut merupakan salah satu cara untuk menghormati budaya yang ditinggalkan oleh Nenek Moyang kepada masyarakat Desa Baran. Kedua, Anjuran serta nasehat dari orang tua, keluarga serta para Tetua yang ada di Desa Baran yang membuat Pantang Larang bagi Nelayan pukat ini terus dijalankan. Selain dari anjuran tersebut juga kesadaran dari nelayan untuk menjaga keselamatan nelayan dan warga dengan cara pantang larang tersebut Ketiga, rasa takut yang dialami oleh nelayan pukat tersebut membuat pantang larang ini dijalankan. Sebab sudah banyak kejadian atau bukti saat tidak mengikuti Pantang Larang tersebut membuat nelayan khawatir jika melanggar atau pun tidak mengikuti pantang larang. Kata Kunci :Pantang Larang, Nelayan, Pukat

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Division: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: riri saputra riri
Date Deposited: 14 Aug 2019 03:35
Last Modified: 14 Aug 2019 03:35
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/4133

Actions (login required)

View Item View Item