PROSES BUDAYA PERJODOHAN SUKU BUGIS DI KELURAHAN KAWAL KABUPATEN BINTAN

Sari, Desita PROSES BUDAYA PERJODOHAN SUKU BUGIS DI KELURAHAN KAWAL KABUPATEN BINTAN. PROSES BUDAYA PERJODOHAN SUKU BUGIS DI KELURAHAN KAWAL KABUPATEN BINTAN. (Unpublished)

[img] Text
DESITA SARI-130569201077-FISIP-2018.docx

Download (27kB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia memiliki banyak suku yang memiliki adat istiadat yang berbeda. Setiap suku mempunyai kebiasaan dalam hal migrasi atau merantau termasuk suku Bugis. suku Bugis yang tersebar di Propinsi kepulauan riau terdiri dari masyarakat perantauan masyarakat suku Bugis yang mendiami di kelurahan kawal adalah suatu masyarakat perantauan yang berasal dari Bugis Sulawesi Selatan. Kebanyakan dari masyarakat yang merantau tersebut di dominasi oleh Bugis Bone, di dalam suku Bugis masih ada yang melakukan perjodohan yaitu perkawinan antar ikatan saudara, kebiasaan ini berasal dari adat yang berlaku sejak dahulu yang masih terbawa sampai sekarang. banyak suku bugis yang merantau ke tanah melayu ini namun mereka tetap bisa mempertahankan budaya mereka hingga sekarang, salah satunya dengan melakukan perjodohan. jumlah yang didapat oleh peneliti melalui observasi dilapangan sekitar 40 pasang anak yang dijodohkan oleh orang tuanya, dari zaman dahulu hingga kini. Namun yang masih bertahan di kelurahan kawal ini jumlahnya sekitar 19 pasang anak yang dijodohkan oleh orang tuanya. Berdasarkan informasi langsung dari informan bahwa yang melakukan perjodohan adalah orang tua. Maka dari itu peneliti perlu untuk melakukan penelitian mengenai bertahannya budaya perjodohan dikalangan masyarakat suku Bugis, dengan rumusan masalah yaitu ‘bagaimana proses budaya perjodohan suku bugis perantauan di kelurahan kawal’. Metode penelitian yang dipilih oleh peneliti yaitu penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif, yang mana penetili akan memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat, dengan mencari dan menggunakan data secara langsung pada informan yang dianggap kompeten. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Pilihan Rasional yang dicetuskan oleh Coleman yang berlandaskan beberapa unsur seperti perilaku kolektif, norma, dan aktor korporat. Berdasarkan analisa data yang didapatkan diketahui bahwa proses budaya perjodohan di daerah rantauan ada beberapa hal yang melaratbelakangi. Adapun alasan bertahannya budaya perjodohan didaerah rantauan adalah sebagai berikut: cara yang dilakukan orang tua yang menjodohkan anaknya sesama suku bugis, adanya penyesuaian kondisi saat ini yang dilakukan orang tua dalam melakukan perjodohan sesama suku Bugis, dan pandangan dan alasan anak menerima perjodohan. Kata Kunci : Budaya, Perjodohan, suku Bugis

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Division: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: Desita Sari
Date Deposited: 21 Aug 2018 03:57
Last Modified: 21 Aug 2018 03:57
URI: http://repository.umrah.ac.id/id/eprint/979

Actions (login required)

View Item View Item